News  

SD YPK Kampung Dela Distrik Selemkai Berikan Pendidikan Gratis

Sejak otonomi khusus diberlakukan, kami di SD YPK Sion Dela ini belum pernah mendapatkan kebijakan itu

SD
Kepala Sekolah SD Sion Kampung Dela Distrik Selemkai Terah Yulim Bisulu S.Pd M.pd saat didalam salah satu ruangan kelas.Jubi/Adlu Raharusun

Sorong, Jubi TV-Sekolah Dasar (SD) dibawah yayasan Pendidikan Kristen YPK Sion di Kampung Dela Distrik Selemkai Tambrauw dan Distrik Selemkai Sorong, posisinya “terjepit”  berada di dua Kabupaten, yakni Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat.

Memiliki enam ruangan kelas dengan ruangan guru, sekolah ini berada di kawasan pesisir di antara Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw. Sekolah ini hanya punya  enam guru, tiga Guru PNS dan tiga lainnya  berstatus guru honorer

“Sejak otonomi khusus diberlakukan, kami di SD YPK Sion Dela ini belum pernah mendapatkan kebijakan itu,” tutur Kepala Sekolah Terah Yulim Bisulu S.Pd, M.pd Sabtu (22/10/2022)

Padahal, berada di dua Kabupaten mestinya sekolah tersebut lebih diuntungkan dari aspek kebijakan pendidikan dan pemberian otonomi khusus. Sebab baik Kabupaten Sorong maupun Kabupaten Tambrauw, anak-anak yang sekolah di lembaga tersebut mayoritas merupakan anak asli Papua.

“Jumlah murid di sini sebelum pemekaran itu sekitar 80 siswa, tetapi adanya pemekaran banyak warga yang pindah ke kampung-kampung baru sehingga murid mulai berkurang, total murid saat ini hanya berkisar 30 orang, ” ucap Yulim Bisulu. Bahkan  dalam penerimaan siswa baru Tahun 2022, hanya terdapat tiga siswa yang mendaftar.

Kebijakan dana BOS dan BOSDA

YPK
Bangunan Sekolah SD YPK Sion Kampung Dela Selemkai papan sekolah bertuliskan Kabupaten Sorong. Jubi/ Adlu Raharusun

Meski statusnya sekolah swasta, SD YPK Sion Dela setiap tahun mendapat kebijakan dana Batuan Operasional Sekolah BOS dan juga dana bantuan operasional sekolah dari daerah.

“setiap tahun kita dapat BOS dan BOSDA, kalau BOSDA ini dari Pemerintah Kabupaten Sorong” kata Kepala sekolah

Untuk pertanggung jawaban laporan dan perencanaan program, Bisulu menyebutpihaknya menggunakan aplikasi Arkas.

“Jadi setiap pelaporan dan penyusunan program kita gunakan aplikasi Arkas ini selain membantu juga dapat mengontrol setiap kegiatan yang di usulkan dan yang dijalankan” tuturnya.

Kampung Dela memiliki tiga pemerintahan kampung. Dua Pemerintah Kampung masuk dalam wilayah Administrasi Kabupaten Sorong, sementara satu Pemerintahan di bawah wilayah administrasi Kabupaten Tambrauw. Satu-satunya lembaga pendidikan yakni SD YPK Sion.

“Meski berada di pemerintahan kampung yang berbeda kita disini masih bersaudara, anak-anak tetap sekolah baik dari Kampung yang masuk Sorong maupun Kampung yang masuk Tambrauw” tuturnya.

Sekolah Tua

Sekolah
Plafon sekolah yang sudah terlihat rusak, pihak sekolah belum memiliki anggaran untuk perbaikan.Jubi/ Adlu Raharusun

Sekolah SD itu dibangun sejak Tahun 1957 dibangun oleh yayasan pendidikan Kristen, awal pembangunan biasa saja dan sederhana, semi permanen.  Setengah tembok setengah papan.

Bangunan mengalami perubahan mulai pada 1988, sekolah yang berjarak 100 meter dari bibir pantai ini dibangun permanen.

Ini juga didukung dengan penambahan tenaga guru, yang awalnya hanya satu atau dua pengajar kemudian ditempatkan beberapa guru lagi. Jumlah siswa pun lumayan banyak karena Dela merupakan Kampung tua.

“Tapi mulai tahun 2004 itu kita terima siswa baru terus berkurang, karena perpindahan penduduk” ucapnya

Kepala Sekolah tetap realistis terhadap keadaan yang ada. Meskipun berharap adanya penambahan guru dan infrastruktur namun jumlah siswa yang kian berkurang tentu jadi masalah.

“Memang banyak kriteria terkait dengan perhatian pemerintah, terutama jumlah siswa. Kalau jumlah siswanya banyak tentu jumlah guru dan penambahan ruangan juga mengikuti. Kita mau berharap agar pemerintah memberi penambahan guru sementara jumlah siswanya sedikit, di lain sisi masih banyak sekolah yang membutuhkan itu,” tuturnya.

Walau demikian, ditengah kebijakan otonomi khusus bagi Papua, dimana ada desentralisasi pendidikan ini, jangan hanya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah negeri, tetapi juga sekolah di bawah naungan yayasan.

“Agar kita sama-sama memajukan anak-anak Indonesia ini” katanya.

“Kami selama ini hanya dengar dana Otsus diberikan kepada setiap Pemerintahan di tingkat Distrik dan Kampung yang dialokasikan untuk pendidikan tetapi selama ini kami tidak pernah mendapatkan itu. Yang kita tahu hanya dana Bos dan Bosda” katanya.

Biaya Pendidikan Gratis

SD YPK Sion Dela memberlakukan pendidikan gratis bagi anak-anak sekolah, bahkan seragam sekolah pun ditanggung oleh pihak sekolah.

“Ia puji Tuhan selama ini kita berlakukan pendidikan gratis bagi anak-anak” kata Kepala Sekolah.

Bahkan dia sembari menunjuk tumpukan seragam sekolah yang baru saja diadakan untuk dibagi ke anak-anak sekolah.

“Itu seragam sekolah yang akan dibagi ke anak-anak secara gratis” tuturnya.(*)

Berita ini sudah terbit di Jubi.id dengan judul: SD YPK Sion Kampung Dela, sekolah “terjepit” yang tidak pernah dapat dana Otsus

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130