News  

Selain Bertanggung Jawab atas Penyerangan Pos Marinir di Nduga, Begini Sikap Tegas Egianus Kogeya

Egianus Kogeya duduk (Kiri) dengan Pemne Kogeya dan beberapa Kombatan TPNPB Kodap III Ndugama-Istimewa

Jubi TV-Egianus Kogeya Panglima Kodap III Ndugama muncul setelah  penyerangan terhadap sejumlah Prajurit TNI di Pos Marinir di Keneyam Ibu kota Nduga Papua.

Egianus Kogeya menyampaikan siap bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan Letda Marinir Muhamad Iqbal dan Pratu Marinir Wilson Anderson serta sejumlah personil yang mengalami luka tembak di ujung Bandara belakang Kantor Perikanan Ibu kota Kabupaten Nduga.

“Saya siap bertanggungjawab atas penembakan di ujung bandara, belakang kantor perikanan ibu kota Kabupaten Nduga, Papua”” kata Egianus Kogeya melalui siaran pers yang diterima dari Jubi TPNPB Sebi Sambom, Minggu (27/3-2022)

Kogeya menegaskan tidak akan kompromi terhadap siapapun yang membantu Pemerintah Indonesia membawa Program Pembangunan di Kabupaten Nduga

“Saya tidak akan kompromi terhadap keluarga, baik itu  adik, kaka, mama, bapa yang membawa Program pembangunan oleh Pemerintah Kolonial Republik Indonesia di Kabupaten Ndugama dari danau Habema sampai pelabuhan Mamugu Batas Batu” tegasnya

Dia meminta Pemerintah Republik Indonesia segera buka akses jurnalis internasional dan tim pencari fakta ke tanah papua

Selain itu TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menolak upaya Pemerintah  Republik Indonesia untuk melaksanakan dialog damai

“tetapi kami minta harus ada pihak ketiga yaitu PBB, kami minta PBB mengutus intervensi Dewan Keamanan PBB Di tanah Papua Karena Kejahatan Kemanusiaan oleh Pemerintah Kolonial Republik Indonesia terhadap Orang Asli Papua semakin nyata.” ujarnya menegaskan.

KASAL Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut memberi layanan kesehatan kepada masyarakat di Nduga, Papua. ANTARA/HO-Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari berturut-turut sebagai wujud belasungkawa dan penghormatan kepada 2 prajurit Korps Marinir yang tewas di Nduga.

Pengibaran bendera setengah tiang itu berlangsung mulai Senin (28/3) sampai Rabu (30/3) di seluruh markas dan pos TNI Angkatan Laut, demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dalam siaran yang sama, Kasal juga memerintahkan jajarannya di TNI AL menggelar shalat gaib dan doa bersama untuk dua prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur setelah diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Sabtu (26/3).

“TNI Angkatan Laut dan masyarakat Papua berduka akibat gugurnya dua prajurit Marinir TNI AL terbaik yang selalu dekat dan membantu masyarakat sekitarnya,” demikian siaran pers Dinas Penerangan TNI AL.

Kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang Satuan Tugas Muara dan Pesisir (Satgas Mupe) Yonif 3 Korps Marinir TNI AL yang berjaga di Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu.

Penyerang melontarkan granat dari dua arah, yaitu dari belakang pasar dan arah Sungai Alguru sekitar pukul 5 sore waktu setempat.

Prajurit Korps Marinir TNI AL sebanyak 35 orang pun balas menembak dan mengejar pelaku penyerangan. Komandan Satuan Tugas kemudian memerintahkan dua Tim Trisula, yang dipimpin masing-masing oleh Kapten Mar Ari Mahendra dan Letda Mar Pujo Pratikno untuk membantu pasukan di Pos Quary Bawah.

Akibat insiden itu, dua prajurit Korps Marinir TNI AL, yaitu Letda Mar Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson Here tewas, sementara dua lainnya dalam keadaan kritis, dan enam prajurit lainnya luka ringan.

Prajurit yang dalam keadaan kritis, yaitu Serda Mar Rendi Febriansyah dan Serda Mar Ebit Erisman. Enam lainnya yang luka-luka, yaitu Serda Mar Bayu Pratama, Pratu Mar Rahmad Sulman, Prada Mar La Harmin, dan Prada Mar Alif Dwi Putra.

Para korban dijadwalkan dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter, tetapi jadwal penerbangan menyesuaikan kondisi cuaca, terang Dinas Penerangan TNI AL.

“Kehangatan hubungan yang harmonis di Masyarakat Nduga saat ini terganggu dengan situasi (serangan) ini,” kata Dinas Penerangan TNI AL.

Sejauh ini, motif serangan masih didalami oleh aparat. Pihak KKB kemungkinan mendapatkan alat pelontar granat saat menyerang Satgas Yonif 700, sementara granatnya diduga rampasan dari Satgas Yonif 300.

Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yon 3 Mar, yang dijaga oleh 35 personel, berlokasi kurang lebih 1 kilometer dari Polres Nduga.

Di samping menjaga wilayah, prajurit TNI AL di Pos Quary Bawah rutin menggelar kegiatan bakti sosial, di antaranya memberi pelayanan kesehatan, pendidikan, lomba-lomba, serta mendukung kegiatan adat dan agama.(*)

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130