News  

Polisi Periksa Korban dan Penyebar Informasi Remaja Terkena Panah Wayar di Jayapura

Mereka terancam Undang-Undang ITE Pasal 28 tentang penyebaran berita bohong

Informasi IMG_20220921_164710-768x611
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Victor Dekan Mackbon di Kota Jayapura, Rabu (21/9/2022). - Jubi/Alexander Loen

Jayapura , Jubi TV – Beredarnya informasi melalui media sosial tentang seorang remaja terkena panah wayar di kawasan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (22/9/2022) malam ternyata hoaks atau tidak benar.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan, korban yang diketahui bernama Wahyu (16) memang benar terkena panah wayar, namun bukan dilakukan oleh OTK, melainkan ulah temannya sendiri.

“Jadi korban tidak ditembak panah oleh OTK seperti yang dilaporkan Wahyu (korban), Irzan dan Nabil (14), tetapi karena dia teman temannya sendiri,” kata Mackbon di Kota Jayapura, Jumat (23/9/2022).

Menurut Mackbon, informasi korban wayar sempat viral sehingga mengganggu pikiran dan masalah, karena menimbulkan keresahan masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya.

Oleh karena itu, Wahyu berserta kedua temannya akan menjalani pemeriksaan karena terbukti menyebarkan berita atau informasi bohong.

“Mereka sendiri terancam terancam oleh Undang-Undang ITE Pasal 28 tentang penyebaran berita bohong atau Hoaks, ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara,” tegasnya.

Sebelumnya tersebar informasi di media sosial tentang seorang remaja SMP terkena panah wayar oleh OTK, saat melintas di kawasan pertigaan Jalan Poros Koya Timur, sekitar pukul 20.00 WIT.

Informasi tersebut tersebar begitu cepat melalui pesan WhatsApp dan facebook, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. (*)

Berita ini sudah diterbitkan di Jubi.id dengan judul: Pelapor “teror panah wayar” di Koya terancam UU ITE

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130