• Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
JUBI TV
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
JUBI TV
No Result
View All Result
Home News

Pemprov Papua Diminta Terbitkan Surat Sponsor Jaminan bagi 16 Mahasiswa penerima beasiswa

News Desk by News Desk
28 June 2025
in News
0 0
0
Papua

Para orangtua masih bertahan di Kantor Gubernur Provinsi Papua menuntut penyelesaian tunggakan beasiswa Siswa Unggul Papua. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayapura, Jubi TV– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua diminta untuk menerbitkan surat sponsor sekaligus jaminan bagi 16 mahasiswa penerima beasiswa Siswa Unggul Papua yang akan berkuliah di Amerika Serikat.

Sejumlah 16 mahasiswa itu seharusnya berangkat dari Jakarta ke Amerika Serikat pada Januari 2024, namun mereka terpaksa kembali ke Papua karena tidak ada surat jaminan dari Pemerintah Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Orangtua Penerima Beasiswa Dalam Negeri dan Luar Negeri, Jhon Reba di Kota Jayapura, Papua, pada Rabu (17/1/2024). “Anak-anak kami yang harus melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat ada 16 orang. [Kami minta] diterbitkan jaminan finansial buat mereka,” ujarnya.

Reba mengatakan 16 mahasiswa penerima beasiswa Siswa Unggul Papua yang tertunda keberangkatannya ke Amerika Serikat itu berasal dari Kota Jayapura (8 mahasiswa), Kabupaten Jayapura (6 mahasiswa), Kabupaten Kepulauan Yapen (1 mahasiswa) dan Kabupaten Supiori (1 mahasiswa).

“[Kami berharap] Pemerintah Provinsi Papua bisa terbitkan garansi finansial buat mereka, supaya mereka [bisa segera] berangkat, paling tidak [bisa] mengikuti semester musim panas yang dimulai April 2024,” katanya.

Siswa Unggul Papua adalah program beasiswa yang dikhususkan bagi Orang Asli Papua, dan selama ini dibiayai dengan Dana Otonomi Khusus Papua. Program beasiswa Siswa Unggul Papua berulang kali menunggak pembayaran uang kuliah maupun uang saku bagi penerimanya, sehingga para mahasiswa asli Papua terancam putus kuliah.

Setidaknya terdapat 1.347 mahasiswa yang berkuliah di dalam negeri dan 276 mahasiswa yang berkuliah di luar negeri dengan beasiswa Siswa Unggul Papua. Mereka berasal dari Kota Jayapura (636 mahasiswa), Kabupaten Jayapura (472 mahasiswa), Kabupaten Biak Numfor (238 mahasiswa), Kabupaten Kepulauan Yapen (105 mahasiswa), Kabupaten Supiori (59 mahasiswa). Ada juga mahasiswa dari Kabupaten Keerom (38 mahasiswa), Kabupaten Sarmi (37 mahasiswa), Kabupaten Mamberamo Raya (23 mahasiswa) dan Kabupaten Waropen (15 mahasiswa).

Saat ini, ribuan penerima beasiswa Siswa Unggul Papua itu terancam putus kuliah gara-gara Pemerintah Provinsi Papua tidak kunjung membayar biaya kuliah maupun biaya hidup periode Juli – Desember 2023. Pemerintah Provinsi Papua menyatakan tidak memiliki cukup anggaran untuk membayar tunggakan itu, karena berkurangnya nilai Dana Otonomi Khusus Papua yang mereka kelola dan pembentukan tiga provinsi baru.

Reba berharap pertemuan para pejabat pemerintah daerah dari Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua Tengah yang digelar sejak Selasa (16/1/2024) akan menghasilkan solusi pembiayaan beasiswa Siswa Unggul Papua. Pertemuan pejabat dari keempat provinsi itu masih berlanjut hingga Rabu.

“Kami memiliki harapan rapat itu menghasilkan kesepakatan bersama yang merupakan langkah konkrit untuk menyelesaikan persoalan beasiswa Siswa Unggul Papua. [Dalam] jangka pendek, kami harap tunggakan biaya pendidikan dan hidup dari Juli sampai Desember 2023 itu bisa diselesaikan sesuai dengan kesepakatan pada 11 Januari 2024 di Jakarta,” ujarnya.

Hingga Rabu, para orangtua penerima beasiswa Siswa Unggul Papua masih bertahan dan menginap di Kantor Gubernur Provinsi Papua. Sejak 9 Februari 2024, para orangtua tidur beralaskan terpal dan tikar demi menuntut Pemerintah Provinsi Papua membayar tunggakan beasiswa Siswa Unggul Papua.

Reba berharap pertemuan para pejabat pemerintah daerah dari empat provinsi di Tanah Papua itu juga menyepakati cara membenahi pengelolaan program Siswa Unggul Papua. “Tata kelola beasiswa yang amburadul itu dibenahi dulu,” katanya. (*)

Artikel ini sudah terbit di jubi.id

Komentar
Tags: Beasiswa siswa unggul papuamahasiswaPemprov Papua

Category

  • Advertorial
  • Editors Choice
  • Features
  • HAM
  • Indepth
  • Infografis
  • JUBI Signature
  • Kolom
  • Koran Jubi
  • News
  • Olahraga
  • Podcast
  • Uncategorized
  • Video
  • VOD
  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Hubungi kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.