News  

Pemekaran DOB Papua Ancaman Eksistensi Hutan

Banyak perusahaan akan masuk di Papua, antara lain Kelapa Sawit

Hutan IMG_20220630_171707
Unit Kegiatan Mahasiswa Demokrasi,Ham dan Lingkungan (UKM DEHALING) Uncen pada sebuah acara - Jubi/Hengky Yeimo

Jayapura, Jubi TV – Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Demokrasi,Ham dan Lingkungan (UKM Dehaling) Jhon Fredi Tebai, mengemukakan pendapatnya terkait  dampak pemekaran DOB terhadap lingkungan hidup sebagai sumber pencarian hidup orang Papua.

Menurutnya DOB akan mengancam eksistensi hutan yang dianggap tempat cari makan kehidupan bagi masyarakat adat akan hancur dan hilang akibat pembangunan infrastruktur yang berlebihan.

Tebai mengatakan, tidak hanya imbas dari infrastruktur pembangunan, tapi juga ekspansi perusahaan skala besar juga akan berpengaruh pada kerusakan lingkungan hidup.

“Ada banyak perusahaan yang akan masuk di Papua, antara lain Kelapa Sawit yang memakan luas luasan, dan deforestasi yang terjadi. Sumber -sumber kehidupan orang Papua hilang tercabut seiring pembangunan itu masuk,” katanya kepada Jubi melalui, pesan WhatsApp, Kamis (30/6/2022).

Lanjut Tebay, pencemaran lingkungan hidup dari berbagai limbah perusahaan mikro atau makro baik di hutan maupun di laut juga dikhawatirkan terjadi.

“Kami sebagai mahasiswa mengkhawatirkan lingkungan akibat pembuangan limbah ataupun sampah-sampah. Sehingga lingkungan menjadi kotor, jika itu dihirup oleh manusia kemungkinan kesehatannya akan memburuk.Apalagi hanya beberapa perusahaan saja yang sudah mencemark lingkungan baik itu tanah maupun udara yang kita hirup,” katanya.

Selain lingkungan Tebai mengatakan hutan selama ini menjadi sumber kehidupan pun akan terancam punah.

“Orang Papua menafkahi keluarganya dari hasil olahan tanah. Sehingga pemerintah harus menyampaikan gagasan baik terkait dengan aspek lingkungan hidup ini,”.

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada, Arie Ruhyanto , Ph.D mengatakan pemekaran akan meningkatkan arus migrasi ke Papua. Peningkatan arus migrasi demi untuk memenuhi tenaga di perusahaan maupun tenaga di pemerintahan daerah pemekaran.

“Akan tetapi masuknya migrasi dapat menyebabkan ruang ekonomi dan peluang kerja yang berkurang untuk orang asli Papua (OAP) karena kalah bersaing dengan masyarakat non-Papua. Ada karena pemekaran lebih dirasakan masyarakat non-Papua memiliki jaringan dan kemampuan yang memadai,” katanya.(*)

Berita ini sudah ditayangkan di Jubi.id dengan judul: UKM Dehaling Uncen: DOB akan rusak lingkungan hidup Papua

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

banner 400x130