News  

Larang Miras di Manokwari sama saja, Bupati: Kita Bentuk Satgas agar Miras Diatur

Bupati Manokwari, Hermus Indou saat ditemui Wartawan usai menghadiri kegiatan pelantikan Pemuda dan Pelajar Kei di Manokwari-Jub TV/Adlu

Jubi TV -Pemerintah Kabupaten Manokwari akan mengatur ulang peredaran minuman keras (Miras) di Manokwari, setelah sebelumnya dilarang berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2006.

Perda Miras Manokwari sebelumnya telah di Cabut oleh Menteri Dalam Negeri sejak 2018 silam, hal ini didukung dengan Surat Keputusan Gubernur Papua Barat yang seharusnya ditindak lanjuti oleh DPR dan Pemda Manokwari.

“Kita sudah bentuk Satgas, kita pastikan akhir Bulan ini satgas sudah mulai bekerja” kata Bupati Hermus Indou di Manokwari, Senin (14/3-2022).

Indou menjelaskan pihaknya dengan melibatkan akademisi dari Universitas Papua (UNIPA) Manokwari akan melakukan kajian ulang terkait Revisi Perda Miras Manokwari. “Revisi ini tujuannya untuk mengendalikan Miras di Kabupaten Manokwari,” tuturnya

Selain pengendalian terhadap peredaran Miras, Bupati juga menekankan pentingnya pengendalian terhadap prilaku-prilaku Masyarakat yang mengkonsumsi miras dan melakukan kegiatan Negatif akibat pengaruh miras yang menimbulkan keresahan sosial.

Bupati Manokwari membantah bahwa Perda Miras selama ini bukan disebut kadaluarsa,

“Perda ini bukan kadaluarsa itu pernyataan yang salah, Perda ini kan di cabut namun harus berdasarkan Perda juga. Dinyatakan tidak berlaku kecuali DPRD Manokwari sudah menetapkan Perda pengganti untuk membatalkan Perda tersebut”tegasnya

Disebutkan bahwa pengendalian Miras terkait dua hal, objeknya yakni Miras dan subjeknya adalah Manusianya atau orang-orang yang konsumsi Miras

“Ini masih berlaku tetapi belum efektif, supaya hal ini efektif maka kita lakukan revisi terhadap substansi yang membuat pengendalian Miras dilakukan dengan baik di Manokwari” tuturnya.

Hermus menegaskan bahwa pelarangan terhadap peredaran Miras di Manokwari sama saja, sebab selama kita masih hidup di dunia ini. “Melarang sama saja, selama kita masih hidup di Dunia ini, kalau sudah kembali ke Sorga boleh, begitu” tuturnya.

“Miras ini bukan Narkotika, jadi kita perlu kaji untuk mencari jenis hukuman seperti apa” ujarnya

Bupati menegaskan bahwa selama ini Perda Miras di Manokwari bertujuan untuk melarang peredaran Miras namun sama saja, Miras masih beredar dan ada orang yang konsumsi Miras. “Artinya larang itu tidak efektif,”tuturnya.(*)

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130