• Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
JUBI TV
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
JUBI TV
No Result
View All Result
Home News

Pernikahan Usia Dini jadi satu Variabel Angka Stunting Tinggi di Supiori Papua

News Desk by News Desk
28 June 2025
in News
0 0
0
Stunting

Ilustrasi kegiatan anak usia dini saat bermain di Taman Bungas Banjarmasin.- Dok.Nestle Dancow

0
SHARES
81
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayapura, Jubi TV– Pernikahan di usia dini disebut menjadi salah satu variabel penyebab tingginya angka stunting di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, yang mencapai angka 40,2 persen. Hal itu dikatakan Koordinator Program Manager Satgas Stunting Papua, Mochamad Sodiq melalui sambungan telepon, Jumat (6/10/2023).

Menurut Sodiq, perilaku itu menyebabkan beberapa faktor seperti soal asupan gizi, kematangan psikologis, dan pengetahuan mengenai pola asuh yang benar sehingga berdampak pada anak yang mengalami stunting.

“Jadi kemalasan suami bekerja sementara istri sedang mengandung, lalu ketika melahirkan anak dibiarkan saja. Otomatis ketika mengandung dan asupan gizinya kurang baik maka anak yang lahir bisa terkena stunting,” katanya.

Sodiq mengatakan Kabupaten Supiori sebenarnya memiliki kekayaan alam laut yang sangat luar biasa. Namun sangat disayangkan perilaku di atas membuat angka stunting menjadi yang tertinggi di Papua.

“Itu hasil analisis kami ketika berkali-kali datang ke sana (Supiori) dan melakukan pendampingan atau penguatan. Perilaku, pola hidup dan pola asuh ini sangat berpengaruh sekali,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi ini, ujar Sodiq, diperlukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Seperti melalui pelatihan pola asuh yang baik, dan pemahaman pola perkawinan dan sebagainya.

“Saya sangat yakin masalah stunting dapat teratasi di Supiori, mengingatkan Sumber Daya Alam (SDA) sangat luar biasa. Pemerintah setempat harus memperhatikan beberapa hal tadi,” katanya.

Ia menegaskan, masalah stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, tetapi menjadi tugas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya.

“Dinkes itu terkait dengan intervensi spesifik atau hanya 30 persen saja, sedangkan intervensi sensitif itu 70 persen tanggung jawab semua OPD. Misalnya terkait sanitasi, lingkungan, pendidikan, pemberdayaan pangan lokal dan lainnya,” ujarnya. (*)

Artikel ini sudah terbit di jubi.id dengan judul: Pernikahan usia dini jadi penyebab tingginya angka stunting di Supiori

Komentar
Tags: Kabupaten SupioriPernikahan di usia diniProvinsi Papuastunting

Category

  • Advertorial
  • Editors Choice
  • Features
  • HAM
  • Indepth
  • Infografis
  • JUBI Signature
  • Kolom
  • Koran Jubi
  • News
  • Olahraga
  • Podcast
  • Uncategorized
  • Video
  • VOD
  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Hubungi kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.