• Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
JUBI TV
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
JUBI TV
No Result
View All Result
Home News

Pemungutan Suara Di TPS, Pemilih Difabel Netra Mengaku Kesulitan

News Desk by News Desk
28 June 2025
in News
0 0
0
TPS

Stefanus Imbiri (depan, baju merah) bersama pemilih difabel netra lainnya sedang mengantri giliran untuk menggunakan haknya memilih calon pemimpin di TPS 093 Polimak 2 Asri, Kelurahan Adipura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/2/2024). – Jubi/Yuliana Lantipo

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayapura, Jubi TV – Pemilu 2024 yang inklusi dan ramah disabilitas, yang menjadi semangat Komisi Pemilihan Umum tahun ini, agaknya menjadi slogan belaka. Pada hari pemungutan suara di bilik tempat pemungutan suara (TPS), pemilih difabel netra mengaku kesulitan.

Meski sudah bersama pendamping, pemilih difabel netra tidak bisa menelusuri sendiri calon pemimpin dan wakilnya di legislative, karena tidak tersedia kertas suara braille.

Mereka bergantung pada pengalaman memilih pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Hal ini ditemukan Stefanus Imbiri, Ketua Penyandang Difabel Netra di Kota Jayapura, usai menggunakan hak memilihnya di TPS 039 Polimak 2 Asri, Kelurahan Adipura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/2/2024).

“Pencoblosan tadi itu semuanya sudah baik cuma kalau untuk kertas suaranya memang ada sedikit menyulitkan karena ada lima. Tapi dari pengalaman saya, saya sudah ingat nama orang, nama partai untuk caleg ya, itu sudah bisa membantu untuk dalam pencoblosan itu bisa cepat. Memang untuk kertas suara kalau boleh untuk pemilihan berikutnya itu harus ada yang berbentuk braille begitu supaya bisa ditelusuri sendiri dan pencoblosan itu bisa berjalan baik,” kata Stefanus Imbiri kepada Jubi.

Stefanus bersama tujuh pemilih difabel netra lainnya juga harus menunggu pada antrian pemilih umumnya.

Padahal, Stefanus mengaku telah menerima informasi dalam sosialisasi yang diberikan KPU tentang adanya kursi-kursi prioritas bagi pemilih rentan, yakni pemilih disabilitas serta ibu hamil, menyusui, dan lansia.

“Dalam sosialisasi sudah disampaikan begitu. Tapi ya tidak tahu juga petugas KPPS ini mengerti itu atau tidak,” kata Stefanus.

Tempat tinggal Stefanus dan ketujuh difabel netra lainnya berjarak sekitar 500 meter. Mereka tinggal bersama puluhan netra lain di bawah naungan Yayasan Humania Papua.

Mereka jalan bersama dengan dipandu masing-masing pendamping. Rata-rata para pendamping merupakan anggota keluarga.

Pendamping Difabel Netra, Yorse Rumsaro yang juga pengelola Yayasan Humania Papua mengatakan, total difabel netra di tempatnya terdapat 78 orang dari 17 kepala keluarga.

Yayasan Humania Papua berdiri sejak 1996 hingga saat ini. (*)

Artikel ini sudah terbit di jubi.id

Komentar
Tags: DifabelPemilih DifabelPemilu 2024TPS

Category

  • Advertorial
  • Editors Choice
  • Features
  • HAM
  • Indepth
  • Infografis
  • JUBI Signature
  • Kolom
  • Koran Jubi
  • News
  • Olahraga
  • Podcast
  • Uncategorized
  • Video
  • VOD
  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Hubungi kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.