• Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
JUBI TV
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
  • Home
  • JUBI TV
  • Indepth
  • Podcast
  • Olahraga
  • JUBI Signature
  • Infografis
  • Bahasa Asing
    • English
    • Deutsch
    • France
No Result
View All Result
JUBI TV
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Butuh Tambahan Tenaga Perawat

News Desk by News Desk
14 November 2022
in Uncategorized
0 0
0
Dinas Kesehatan Jayawijaya Klaim Belum Ada Kasus Malnutrisi

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dokter Willy Mambieuw-Antara

0
SHARES
305
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wamena, Jubi TV – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan memerlukan tambahan tenaga perawat karena jumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang dibangun pemerintah daerah itu untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jayawijaya, dr Willy Mambieuw di Wamena, Ahad mengatakan, hingga kini jumlah tenaga perawat yang terdata di Kabupaten Jayawijaya adalah 800 hingga 900 orang. Namun, jumlah yang cukup banyak ini masih dinilai kurang.

“Sampai hari ini masih kurang karena dengan hadirnya kita punya fasilitas kesehatan yang baru, kemudian dengan hadirnya rumah sakit yang baru, sampai hari ini saja masih kurang,” katanya dilansir Antara, Senin (14/11/2022)

Ia menjelaskan sebanyak 900 orang perawat itu belum termasuk yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jayawijaya.

Dengan ditingkatkannya sarana prasarana di seluruh puskesmas di Jayawijaya, kata dia, tentu harus diimbangi dengan tenaga perawat.

“Minimal masing-masing puskesmas itu ada 5 – 6 orang perawat. Misalnya tenaga analis, perawat, bidan, gizi, promosi kesehatan, itu harus minimal ada di pelayanan primer, sekarang saja masih ada yang kurang,” katanya.

Pihaknya mengajak perawat yang sudah tetap bekerja sesuai etik mereka atau tidak melanggar rambu-rambu yang harus mereka ikuti.

“Melalui kegiatan seminar kode etik yang sudah dilakukan khusus untuk perawat, kami harapkan mereka tidak boleh masuk ke ranah yang lain karena akan menimbulkan konflik perbedaan pendapatan tentang masing-masing tenaga kesehatan,” katanya.

Ia mengapresiasi perawat di Jayawijaya karena melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan hal itu yang perlu ditingkatkan atau dipertahankan.

“Kami harapkan pengurus perawat bisa mengakomodasi semua perawat yang ada di puskesmas, RSUD baik dalam segi pengetahuan agar lebih tahu ranah mereka,” demikian Willy Mambieuw. (*)

Komentar
Tags: Fasilitas KesehatanJayawijayaKepala Dinas KesehatanProvinsi Papua PegununganTenaga Medis

Category

  • Advertorial
  • Editors Choice
  • Features
  • HAM
  • Indepth
  • Infografis
  • JUBI Signature
  • Kolom
  • Koran Jubi
  • News
  • Olahraga
  • Podcast
  • Uncategorized
  • Video
  • VOD
  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Hubungi kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result

© 2025 JubiTV - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.