News  

Pegunungan Cycloop dan Danau Sentani dua Aset Alam yang Wajib Dijaga

Ini mulai masuk tahun politik, lingkungan hidup adalah isu yang kerap kali digunakan sebagai pemanis politik

Danau IMG-20221110-WA0084-1-768x510
Lanskap Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. - Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi TV– Tokoh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, Frits Maurits Felle, meminta agar Pegunungan Cycloop dan Danau Sentani yang merupakan aset alami wajib dijaga dan dilestarikan.

Ia mengingatkan bencana banjir bandang 2019 lalu di Kota Sentani, merupakan teguran keras Tuhan bagi manusia yang lupa menjaga lingkungan alam sekitar.

“Ini mulai masuk tahun politik, lingkungan hidup adalah isu yang kerap kali digunakan sebagai pemanis politik para politikus, belum ada bukti dari janji-janji yang lalu,” kata Maurits di Sentani, Jumat (11/11/2022).

Kawasan Cycloop, kata Maurits, selain menjadi cagar alam juga sudah ditetapkan sebagai kawasan bencana permanen oleh pemerintah daerah pascabanjir bandang 2019 lalu.

Bahkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua bersama sejumlah kementerian lembaga, PT Freeport, dan Pemerintahan Kabupaten Jayapura, telah menyepakati untuk melakukan perbaikan dan perawatan secara bertahap, terhadap kawasan cagar alam itu, pada 1 April 2019 di VIP Room Bandar Udara Sentani.

“Keseriusan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjaga pendangkalan di Danau Sentani sangat minim. Padahal, air di danau juga menjadi sumber kehidupan bagi ribuan masyarakat yang tinggal dan mendiami pesisir danau,” ucapnya.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan perlidungan dan pelestarian Danau Sentani dalam program nasional. Tidak hanya itu saja, bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam proyek penelitiannya telah memasukkan Danau Sentani, sebagai salah satu yang akan diteliti dari sejumlah danau di Indonesia.

Menurutnya, sejak peristiwa banjir bandang 2019 lalu, banyak sekali sampah yang masuk dan mengapung di permukaan Danau Sentani. Tentunya telah terjadi pendangkalan di berbagai tempat di mana saluran akhir dari muara sungai besar yang ada di Kota Sentani.

“Semua butuh kerja sama, kekompakan, dan kerja keras yang lahir dari satu gerakan oleh masyarakat. Ada puluhan kampung di tepian kampung, ada juga anggaran yang rutin diberikan kepada setiap kampung untuk dimanfaatkan bagi kepentingan warga kampung, juga bagi banyak orang. Termasuk membersihkan sampah di danau yang dimulai dari kampung masing-masing,” ucapnya. (*)

Berita ini sudah terbit di Jubi.id dengan judul: Warga Kabupaten Jayapura diminta menjaga dua aset alami berharga

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130