News  

Pasca Lakalantas, Anggota DPRD:  Dogiyai sudah kondusif tapi masyarakat masih trauma

Sudah sering terjadi berawal dari lakalantas hingga bakar rumah, kantor dan penembakan [pembunuhan]

Dogiyai Alex-suasana-di-Dogiyai-768x432
Kondisi salah satu kawasan di Dogiyai pasca melanda, Minggu (13/11/2022). – Jubi/IST

Enarotali, Jubi TV– Di Kabupaten Dogiyai, kecelakaan lalu lintas atau lakalantas, menabrak orang dan meninggal, berbuntut kepada korban harta dan nyawa nampaknya sudah menjadi hal biasa walaupun telah ada pemerintah, aparat keamanan, dan namun masyarakat telah bijak dalam mengendarai kendaraan bermotor tidak pernah dikendalikan dengan baik.

“Sudah sering terjadi berawal dari lakalantas hingga bakar rumah, kantor dan penembakan [pembunuhan], harusnya para sopir bisa berhati-hati ketika melintas di kota atau juga di jalan raya di sekitaran Dogiyai,” ujar Ketua Poksus DPR Papua , John NR Gobay, kepada Jubi, Minggu (13/11/2022).

Gobay yang berasal dari wilayah adat Meepago ini mengatakan kejadian tertabraknya seorang anak kecil bernama Jefri Tebai (4) bukan baru terjadi kali ini merupakan akar masalah, sehingga telah memakan korban baik lainnya.

“Baik korban harta maupun nyawa, serta adanya rentetan tembakan di gang-gang rumah masyarakat,” ucapnya.

Apabila, lanjut dia, sopir lebih berhati-hati tentu saja tidak akan terjadi, sehingga ia meminta agar polisi memproses hukum dan memberikan sanksi yang berat kepada sopir yang menabrak anak kecil agar dapat menjadi efek Jera bagi sopir-sopir yang lain di wilayah Meepago .

“Bila ingin jalan dengan kecepatan, silakan Anda tinggal di kota, pergi ke kampung-kampung atau di daerah-daerah yang baru masyarakatnya masih bebas jalan-jalan tanpa merasa dibatasi oleh adanya kendaraan-kendaraan,” katanya .

Pada masyarakat ia juga meminta agar dapat mengawasi anak-anak dengan baik agar mereka tidak berjalan bebas di jalan yang sering dilewati mobil atau truk-truk.

“Sekali lagi saya ingin meminta kepada pihak kepolisian untuk memproses hukum pelaku penabrakan dan memberikan hukuman yang berat agar menjadi efek jera bagi sopir-sopir yang lain,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Laurens Goo, mengatakan kini telah memasuki masa kondusif namun warga masih trauma atas peristiwa itu.

Menurut dia, selain tiga nyawa manusia masing-masing Jefri Tebai (4) dan dua orang dewasa yakni Feleks Pigai dan salah satu warga non Papua yang sudah meninggal dunia, juga ada sebagian rumah penduduk ikut ludes terbakar.

“Selain kantor pemerintah, ada satu rumah warga pribumi yang juga terbakar. Terus, kios sebelah kiri dari Kimupugi mulai dari jembatan Tukaa sampai di masjid, kompleks apotek bagian kanan dari Kimupugi terbakar hangus. DNA di jalan tengah dua rumah warga terbakar hangus,” kata Goo.

Ia mengaku berupaya agar dapat segera kondusif agar bisa beraktivitas bebas. (*)

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130