News  

Anggota TNI Tembak Warga Maybrat yang diduga Mabuk

Frengky Nauw korban saat terkapar ditembak Anggota TNI lantaran diduga Mabuk-Tangkapan layar/Jubi TV

“Kondisi Maybrat hari-hari ini mulai berangsur pulih, namun dengan kejadian tadi malam menunjukan bahwa penempatan Militer di Maybrat tidak efektif dan Humanis dengan mengedepankan militeristik terhadap warga sipil”

Maybrat, Jubi TV-Frengky Nauw, (50)  Warga distrik Mare Kabupaten Maybrat Papua Barat ditembak oleh Aparat TNI di Pos Koramil persiapan Mare, Minggu (17/4/2022) malam. Frangky diduga dibawah pengaruh alkohol dan membawa parang menuju Pos TNI. Ia diduga mabuk bersama beberapa warga.

“Sempat terdengar 4 kali tembakan diduga tembakan peringatan, setelah itu moncong senapan diarahkan ke bagian kaki Pak Frengky lalu ia ditembak,” kata seorang warga yang enggan namanya disebut.

Warga dan Keluarga sempat tidak terima dengan perlakuan aparat TNI terhadap Frengky, warga kemudian mendatangi Pos TNI setempat. Bahkan warga juga sempat menghalangi mobil ambulance yang didalamnya mengantar korban ke Puskesmas Ayamaru.

Leonard Idjie dari LBH lembaga Bantuan Hukum Kaki Abu menyayangkan insiden penembakan oleh aparat terhadap warga sipil di Maybrat.

“Kondisi Maybrat hari-hari ini mulai berangsur pulih, namun dengan kejadian tadi malam menunjukan bahwa penempatan militer di Maybrat tidak efektif dan humanis dengan mengedepankan militeristik terhadap warga sipil,” kata Leonard melalui sambungan telpon.

“Kami diberikan kuasa oleh keluarga korban dan akan kami lakukan langkah hukum terhadap anggota yang melakukan tindakan represif,” tuturnya.

Leornard mempertanyakan konsistensi Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema ” Kemarin waktu penempatan ratusan personil TNI dari Jawa katanya mereka diterima oleh Masyarakat lalu mengapa warga sipil ditembak lagi,” tuturnya.

Kronologis Penembakan
Kepala Pusat Penerangan Kodam XVIII Kasuari Kolonel Arm Hendra Pasireron melalui rilis yang diterima mengatakan, Pos Koramil (Posramil) Persiapan Mare yang  berada di kampung Suswa Distrik Mare wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang merupakan bagian wilayah Kodam XVIII/Kasuari diserang oleh orang yang diketahui sedang mabuk pada hari Minggu (17/04/2022) pukul 01.47 WIT.

Pelaku diidentifikasi bernama Frangky Nauw, 50 tahun, Warga Kampung Nafasi Distrik Mare,Papua Barat dan merupakan Ketua Bamuskam Nafasi, Kabupaten Maybrat. Pelaku berhasil dilumpuhkan karena akan menyerang dan melukai Komandan Koramil.

Kejadian bermula ketika pelaku yang sedang dalam keadaan mabuk lari ke arah Posramil Mare dengan membawa parang. Ia menuju Posramil beserta sejumlah orang yang juga sama-sama dalam kondisi mabuk.

Saat pelaku mendekat ke Posramil, Danposramil Letda Inf Damanik beserta anggota yang sedang melaksanakan siaga berusaha memberikan peringatan dengan kata-kata agar tidak mendekat, akan tetapi pelaku tetap bersikeras maju sambil membawa parang sehingga salah satu anggota Posramil  memberikan tembakan peringatan pertama kearah atas.

Peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh pelaku dan tetap maju menuju Posramil, sehingga diberikan tembakan peringatan kedua kearah tanah. Peringatan kedua tersebut juga masih tidak dihiraukan. Pelaku tetap maju dan naik ke tangga pos sambil mengayunkan parang ke Danramil yang berada kurang lebih satu meter dari pelaku.

Melihat kondisi genting tersebut, anggota Posramil langsung melakukan tindakan melumpuhkan pelaku dengan tembakan ke arah kaki dan mengenai mata kaki kanan.  Pelaku akhirnya berhenti dan diamankan anggota Posramil. Beberpa orang lain yang datang bersama pelaku akhirnya melarikan diri.

Setelah diamankan, pelaku selanjutnya diberikan pertolongan untuk menghentikan pendarahan. Saat ini, kejadian sedang dalam tahap penyelidikan oleh pihak yang berwenang dan wilayah tersebut dijaga oleh aparat agar masyarakat tetap tenang dan kondisi wilayah kondusif. (*)

Komentar
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130